April 10, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Tim PkM Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar Gelar Pelatihan Arah Kiblat di Galesong Selatan

UNISMUH.AC.ID, GOWA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar pelatihan pengukuran arah kiblat bagi masjid dan makam di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu 8 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Galesong Selatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan hingga perwakilan masyarakat desa. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus ketepatan masyarakat dalam menentukan arah kiblat.

Peserta yang hadir terdiri atas unsur pemerintah dari tingkat kecamatan hingga dusun, serta tokoh pemuda dari 13 desa dan kelurahan di wilayah Galesong Selatan. Tingginya partisipasi peserta mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat dalam praktik ibadah sehari-hari.

Camat Galesong Selatan, Nur Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah awal yang penting dalam membangun kesadaran masyarakat terkait arah kiblat yang benar.

“Belum pernah ada pelatihan arah kiblat seperti ini di wilayah kami. Kami berharap peserta dapat benar-benar memahami dan mempraktikkan cara pengukuran yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pascapelatihan masyarakat diharapkan mampu melakukan pengecekan ulang arah kiblat di masjid masing-masing. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kesesuaian arah ibadah umat Islam di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Nur Hidayat berharap adanya tindak lanjut kerja sama antara masyarakat dan tim Unismuh Makassar, terutama dalam melakukan kalibrasi ulang arah kiblat di berbagai masjid dan makam secara lebih luas.

Ketua Tim PkM Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar, Sartika, mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat terkait fikih arah kiblat dan teknik pengukurannya.

“Melihat kondisi masyarakat yang belum banyak memahami fikih maupun teknik pengukuran arah kiblat, pelatihan ini menjadi sangat penting,” kata Sartika.

Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya difokuskan pada masjid, tetapi juga mencakup makam, fasilitas umum, hingga kebutuhan penentuan arah kiblat saat bepergian. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teoritis mengenai dasar-dasar ilmu falak dan teknik pengukuran arah kiblat. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung menggunakan alat tongkat istiwa.

Pemateri utama, Hisbullah Salam, memandu peserta dalam praktik lapangan yang dilakukan di dua masjid dan satu lokasi pemakaman di sekitar Kantor Kecamatan Galesong Selatan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat tersebut memungkinkan penentuan arah kiblat secara lebih akurat dan berbasis metode ilmiah.

Menurut Hisbullah, praktik langsung menjadi metode yang efektif agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknik pengukuran secara mandiri. Ia juga menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap proses pengukuran.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi, baik saat pemaparan materi maupun praktik lapangan. Sejumlah peserta juga mengajukan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam menentukan arah kiblat di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Galesong Selatan dalam memastikan akurasi arah kiblat semakin meningkat. Ke depan, tim PkM Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar membuka peluang pendampingan lanjutan serta kalibrasi di lebih banyak lokasi sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan kepada masyarakat.