March 28, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Muhammadiyah Sulsel Bersyukur, Infaq Syawalan untuk Gedung SDM Terkumpul Rp 56,9 Juta

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Penggalangan dana pembangunan Gedung Pusat Pengembangan SDM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam rangkaian Syawalan 1447 Hijriah membukukan hasil awal sebesar Rp 56.912.016. Dana itu berasal dari infak digital melalui QRIS dan sumbangan tunai yang dihimpun panitia di arena acara, Sabtu, 28 Maret 2026.

Koordinator penggalangan dana, Dr Dahlan Lama Bawa, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurut dia, partisipasi warga persyarikatan dalam forum Syawalan memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berlanjut pada dukungan nyata bagi pembangunan amal usaha Muhammadiyah.

“Alhamdulillah dana pembangunan yang masuk hari ini via QRIS 22.642.016, ditambah tunai 34.270.000, totalnya 56.912.016,” ujar Dahlan Lama Bawa.

Penggalangan dana itu sebelumnya dipandu langsung dari atas panggung Syawalan. Panitia mengajak peserta berinfak melalui kotak celengan yang diedarkan di arena kegiatan, sekaligus melalui kode QRIS yang disiapkan untuk memudahkan donasi secara digital. Dalam rangkaian yang sama, panitia juga menyertakan penjualan buku “Tauhid sebagai Energi Spiritual dan Sosial Muhammadiyah” sebagai salah satu instrumen donasi pembangunan gedung.

Panitia juga tetap membuka kesempatan bagi warga persyarikatan yang ingin berpartisipasi melalui transfer ke rekening pembangunan gedung, yakni BSN/BTN Syariah 2818111912 atas nama Pembangunan PWM Sulsel. Untuk konfirmasi dan informasi lebih lanjut, panitia mencantumkan narahubung 081340868789.

Hasil yang terkumpul pada hari itu menjadi penanda awal bagi ikhtiar pembangunan gedung yang diproyeksikan menjadi ruang penguatan kader, peningkatan kapasitas organisasi, dan pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Bagi panitia, capaian tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah rupiah yang terhimpun, tetapi juga dari keterlibatan warga persyarikatan yang datang dari berbagai daerah. Dari forum Syawalan, dukungan terhadap pembangunan gedung tampil sebagai bentuk gotong royong yang hidup di lingkungan Muhammadiyah.

Dahlan Lama Bawa menyebut hasil itu sebagai alasan untuk bersyukur sekaligus penyemangat bagi tahapan penggalangan dana berikutnya. Syawalan, dengan demikian, tidak hanya menjadi ruang saling memaafkan setelah Ramadhan, tetapi juga menjadi momentum menghimpun kekuatan bersama untuk membangun infrastruktur persyarikatan.