UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR. GOWA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa menggelar pelatihan dan manajemen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis persyarikatan dan alumni.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Aula Pusdam PDM Gowa tersebut diikuti 27 peserta yang merupakan perwakilan dari Aisyiyah, cabang, ranting, organisasi otonom, serta alumni Muhammadiyah di Kabupaten Gowa.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya FEB Unismuh Makassar dalam mendorong penguatan ekonomi warga Muhammadiyah sekaligus implementasi program kampus berdampak melalui pendampingan dan inkubasi usaha.
Penguatan Ekosistem Ekonomi Persyarikatan
Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr. Edi Jusriadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi persyarikatan dengan memberikan pelatihan, pendampingan usaha, serta membuka peluang inkubasi bisnis bagi pelaku UMKM Muhammadiyah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di lingkungan persyarikatan,” ujar Edi Jusriadi.
Ia menambahkan, peserta pelatihan nantinya akan mengikuti proses inkubasi bisnis di Unit Inkubator dan Kewirausahaan FEB Unismuh Makassar.
Program inkubasi tersebut dikoordinasikan oleh Dr. Basri Basir dan Firmansyah sebagai penanggung jawab Unit Inkubator dan Kewirausahaan FEB Unismuh.
Potensi UMKM Muhammadiyah di Tingkat Cabang dan Ranting
Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PDM Gowa, Sugianto Pettanegara, menilai potensi ekonomi warga Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting sangat besar, namun belum sepenuhnya terkelola secara optimal.
Menurut dia, kolaborasi antara PDM Gowa dan FEB Unismuh Makassar melalui program inkubator bisnis dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan UMKM di lingkungan persyarikatan.
“Kami optimistis dengan adanya pendampingan dan pelatihan ini, UMKM Muhammadiyah akan berkembang lebih baik ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PDM Gowa H. M. Ardan Ilyas yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif FEB Unismuh Makassar dalam mendukung penguatan ekonomi warga Muhammadiyah.
Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi model pendampingan UMKM berbasis persyarikatan di Sulawesi Selatan.
“Langkah yang dilakukan FEB Unismuh ini sangat baik dan diharapkan dapat menjadi role model bagi pengembangan UMKM Muhammadiyah, khususnya di tingkat cabang, ranting, Aisyiyah, dan organisasi otonom,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga dan Buka Puasa Bersama
Pelatihan UMKM ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek pengembangan usaha. Dekan FEB Unismuh Dr. Edi Jusriadi memaparkan materi tentang human capital development, Dr. Basri Basir membahas legalitas usaha, sementara praktisi digital marketing Syahrian Saputra menyampaikan materi mengenai digital marketing. Selain itu, perwakilan dari Bank Syariah Nasional turut memberikan materi terkait dukungan pembiayaan bagi UMKM.
Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua sesi yang dipandu oleh Andi Akib, Firmansyah, dan Ilham Hidayat.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang melibatkan FEB Unismuh Makassar, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni (DPP-IKA) Unismuh Makassar, serta PDM Gowa.
Ketua DPP-IKA Unismuh Makassar Prof. Andi Sukri Syamsuri mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga tersebut sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan UMKM warga Muhammadiyah.
Baca juga selengkapnya : UNISMUH.,IC.ID.MAKASSAR
“Kami berharap program ini dapat memperkuat ekonomi warga Muhammadiyah, khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ceramah Ramadan yang disampaikan Ketua PDM Gowa H. M. Ardan Ilyas mengenai pentingnya semangat berwirausaha bagi warga Muhammadiyah.
Acara buka puasa bersama berlangsung khidmat dan dihadiri civitas akademika FEB Unismuh Makassar, pengurus DPP-IKA, pimpinan PDM Gowa, pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah, organisasi otonom, serta pimpinan Aisyiyah di Kabupaten Gowa.

