March 11, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Kajian Ramadan di Unismuh Makassar, Lukman Abdul Shamad: Zakat Membersihkan Hati dari Sifat Kikir

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR— Zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati manusia dari sifat kikir dan bakhil. Pesan ini disampaikan oleh Lukman Abdul Shamad dalam ceramah Ramadhan di Masjid Subulussalam Al-Khoory, Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Rabu, 11 Maret 2026.

Direktur Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Sulawesi Selatan itu menjelaskan, dalam ajaran Islam manusia sesungguhnya bukan pemilik mutlak harta.

“Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah. Dialah pemilik mutlak. Adapun manusia hanya pemilik nisbi, hanya menerima amanah untuk mengelola harta yang diberikan Allah,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, di dalam setiap harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat dan sedekah.

Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki banyak jenis, antara lain zakat pertanian, zakat hasil tambang, harta temuan (rikaz), zakat hadiah, zakat perdagangan, zakat uang, emas, perak, serta zakat hewan ternak. Semua jenis harta yang telah memenuhi syarat wajib dizakati.

Salah satu syarat utama zakat adalah mencapai nisab, yaitu batas minimal harta yang membuat seseorang wajib mengeluarkan zakat. Dalam penentuan nisab untuk harta seperti uang, emas, atau perak, ukuran yang digunakan adalah nilai yang paling rendah di antara keduanya.

“Kalau kita menentukan nisab antara emas atau perak, maka yang dijadikan ukuran adalah yang lebih rendah nilainya,” jelasnya.

Namun, kata Lukman Abdul Shamad, makna zakat tidak berhenti pada aspek hitungan harta semata. Zakat memiliki fungsi spiritual yang sangat penting, yaitu membersihkan jiwa manusia.

“Zakat yang diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang miskin berfungsi sebagai pembersihan. Hati orang kaya dibersihkan dari sifat kikir dan bakhil. Karena itu kita diajarkan berdoa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir,” tuturnya.

Ia menambahkan, zakat dan sedekah sama-sama memiliki fungsi membersihkan. Perbedaannya, sedekah bersifat sukarela, sedangkan zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Selain membersihkan hati, zakat juga membersihkan harta. Sebab dalam harta seseorang terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.

“Jika zakat atau sedekah sudah dikeluarkan, maka harta itu menjadi bersih dan suci,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa sistem zakat juga memiliki fungsi sosial yang besar. Zakat mencegah penumpukan kekayaan pada segelintir orang dan menjadi sarana pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat.

Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional melalui lembaga yang amanah dan terorganisir dengan baik.

“Lembaga zakat harus mendata umat dengan baik dan memberdayakan kaum miskin. Jangan hanya memberi bantuan yang habis sesaat, tetapi harus mampu mengangkat kehidupan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, jika zakat dikelola dengan baik, maka akan tercipta hubungan sosial yang lebih harmonis antara orang kaya dan orang miskin.

“Zakat juga menghilangkan kedengkian orang miskin kepada orang kaya. Inilah salah satu hikmah besar dari zakat dalam kehidupan umat,” pungkasnya.