March 7, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Hadir Pimpinan Majelis hingga Cabang, PDM Makassar Gelar Pengajian Ramadan, Bahas Tauhid dan Penguatan Organisasi

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar (PDM Makassar) menggelar Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti unsur pimpinan Muhammadiyah, majelis, lembaga, dan organisasi otonom tingkat kota.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas penguatan tauhid, akhlak berorganisasi, serta pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Pusat Dakwah Islamiyah Muhammadiyah (Pusdim) Makassar.

Ketua PDM Makassar, K.H. Muh. Said Abd. Shamad, menegaskan bahwa pengajian Ramadan menjadi momentum memperkuat komitmen ideologis dan gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat daerah.

“Pengajian Ramadan ini menjadi sarana untuk memperkuat marwah tauhid sekaligus memperteguh komitmen kita dalam menjalankan amanah organisasi Muhammadiyah,” ujar Said Abd. Shamad.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi bagi pimpinan Muhammadiyah agar tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam aktivitas organisasi.

Menurutnya, penguatan ideologi harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola organisasi.

Terpisah, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof Gagaring Pagalu menyampaikan apresiasi kepada PD Muhammadiyah Makassar menggelar kegiatan ramadan 1447H, ia menyebut bahwa pengajian ini sebagai wadah penguatan dan pencerahan bagi kita semua.

“Pengajian ini merupakan program kita pada bulan ramadan, mulai tingkat Pusat, wilayah dan daerah, dan inilah sesunggguhnya gerakan dakwah kita yang harus kita jaga,” tuturnya.

Tak hanya itu, Prof Gagaring mengajak para pengurus dan kader Muhammadiyah untuk mengukur kedalaman identitas mereka sebagai bagian dari persyarikatan.

Menurut dia, identitas kader dapat terlihat dari respons spiritual dan emosional ketika berhadapan dengan simbol-simbol organisasi Muhammadiyah.

“Ukuran seorang kader Muhammadiyah bisa dilihat dari bagaimana respons spiritual dan emosionalnya ketika berhadapan dengan simbol-simbol Muhammadiyah,” kata Gagaring dalam sambutannya.

Pengajian ini menghadirkan beberapa materi, dalam sesi pertama, pengajian menghadirkan materi bertajuk “Menjaga Marwah Tauhid dan Implementasinya dalam Kehidupan.” Materi tersebut disampaikan oleh K.H. Said Abdul Samad, Lc. dan K.H. Sudirman, S.Ag.

Pada sesi berikutnya, para peserta mengikuti diskusi mengenai manajemen organisasi dan akhlak bermuhammadiyah. Materi ini disampaikan oleh Dr. Ahmad AC, SE., MM, Dr. H. Ramli Haba, MH, serta Dr. H. Kamaruddin Moha / Dr. Agus M. Pd.

Selain itu, narasumber juga menyoroti pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat. Mereka menilai bahwa penguatan akhlak bermuhammadiyah akan berdampak pada efektivitas program dakwah di masyarakat.

Baca Juga: PTS Terbaik di Indonesia Timur, Inilah 10 Keunggulan Unismuh Makassar

Sesi terakhir pengajian membahas pengembangan cabang dan ranting serta upaya memakmurkan masjid. Materi ini disampaikan oleh Drs. Chairuddin Hakim, M.Pd, Abdul Haris S.Ag., M.Pd, dan Abdul Munir, M.Pd.I.

Kegiatan pengajian Ramadan ini diikuti sekitar 165 peserta yang berasal dari unsur pimpinan daerah Muhammadiyah, majelis dan lembaga, organisasi otonom, serta pimpinan cabang Muhammadiyah se-Kota Makassar.

Melalui kegiatan ini, PDM Makassar berharap pengajian Ramadan tidak hanya menjadi forum keilmuan, tetapi juga memperkuat sinergi antarunsur organisasi dalam menjalankan dakwah Islam berkemajuan di Kota Makassar.

Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar juga terus mendukung upaya penguatan nilai-nilai pendidikan dan pembinaan karakter yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Melalui berbagai kegiatan akademik, dakwah, dan pengembangan organisasi seperti pengajian Ramadan yang digelar PDM Makassar, Unismuh berkomitmen mendorong terciptanya pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai spiritual. Komitmen ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat.