February 22, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Tim PKM FKIK Unismuh Makassar –ADDU Kembangkan Media Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR— Program Studi DIII Kebidanan dan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pengembangan media edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui permainan monopoli “RAMAH” (Remaja Melek Kesehatan Reproduksi Sehat), di SMA Muhammadiyah Makassar, Selasa (3/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Makassar ini merupakan bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi internasional.

Wakil Dekan I FKIK Unismuh Makassar, Dr dr Andi Weri Sompa, Sp.N(K), dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan kerja sama antara FKIK Unismuh Makassar, SMA Muhammadiyah Makassar, serta mitra internasional dari Ateneo de Davao University di Filipina.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penguatan jejaring internasional dalam bidang pengabdian masyarakat, sekaligus upaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada remaja,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 17 siswi kelas X dan XI SMA Muhammadiyah Makassar. Materi edukasi disampaikan oleh tim dosen Prodi Kebidanan FKIK Unismuh Makassar yang membahas dampak seks pranikah, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Penyampaian materi dilakukan melalui media kartu monopoli edukatif yang dirancang interaktif dan menyenangkan. Metode ini bertujuan agar peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam diskusi.

Selain itu, perwakilan dari Ateneo de Davao University, Melba Irene G. Gabuya, turut memberikan materi dan mengapresiasi antusiasme peserta.

“Saya sangat senang bisa berbagi pengetahuan dengan para siswi. Pemahaman kesehatan reproduksi sangat penting di usia remaja agar mereka mampu melindungi diri dari berbagai risiko,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran remaja terhadap konsekuensi perilaku berisiko, termasuk kesiapan menjadi orang tua di usia muda.

Para peserta mengaku metode pembelajaran melalui permainan monopoli edukatif ini menarik dan tidak membosankan. Mereka merasa lebih nyaman berdiskusi, lebih berani bertanya, serta memperoleh pemahaman baru terkait kesehatan reproduksi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model inovatif dalam edukasi kesehatan remaja sekaligus memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.