UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati area kampus untuk menjajakan beragam produk kuliner dalam gelaran Bazar UMKM yang bertepatan dengan upacara wisuda mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan, memanfaatkan ramainya pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Bazar berlangsung meriah di depan Gedung FKIP Unismuh Makassar, Senin, 16 Februari 2026. Fokus utama kegiatan ini ialah memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mempercepat perputaran modal dalam waktu singkat.
Salah satu pedagang kue tradisional baroncong, Irdawati, mengungkapkan dirinya sudah lama menekuni usaha tersebut, bahkan sejak suaminya masih muda. Meski ia menilai peserta bazar kali ini tidak sebanyak biasanya, Irdawati tetap memilih berpartisipasi karena potensi pembeli di lingkungan kampus sangat besar.
“Karena banyak orang, banyak pembeli. Manfaatnya ya begitu, bisa masuk jualan,” ujar Irdawati saat ditemui di sela kesibukannya melayani pembeli.
Baginya, kehadiran bazar di tengah acara formal seperti wisuda sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil yang telah ia jalankan selama puluhan tahun.
Hal serupa dirasakan pedagang lain, Yanti, yang menjajakan minuman seperti es jeruk dan teh, serta camilan bakso bakar dan pentol. Yanti mengaku sudah berjualan sejak masa kuliah, namun baru rutin mengikuti event dalam setahun terakhir.
Ia sengaja memilih mengikuti Bazar UMKM karena perputaran uang di lokasi kegiatan dinilai lebih cepat dibanding hari-hari biasa.
“Karena untuk mendapatkan peluang uang itu cepat perputarannya kalau di sini. Terus daya beli masyarakat juga bagus,” tutur Yanti.
Menurutnya, respons pengunjung terhadap dagangannya cukup positif, salah satunya karena harga yang ditawarkan masih terjangkau bagi mahasiswa maupun keluarga wisudawan. Ia menyebut menu yang paling banyak dicari sekaligus menjadi ciri khas lapaknya adalah pentol telur.
Selama prosesi wisuda berlangsung, transaksi jual beli terjadi nyaris tanpa jeda sejak pagi hingga acara berakhir. Konsentrasi massa di satu titik membuat peluang pembelian meningkat bagi setiap lapak yang tersedia.
Yanti menambahkan, kenaikan penjualan terasa jelas jika dibandingkan dengan omzet pada hari-hari biasa. Kerumunan pengunjung di area kampus, menurutnya, menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan transaksi.
Sementara itu, Panitia Bazar Unismuh Makassar, Try Gustaf Said, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan bazar ini gratis bagi para pelaku UMKM. Menurutnya, penyelenggaraan bazar merupakan bagian dari komitmen Unismuh Makassar untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pedagang lokal.
“Bazar ini gratis. Ini bentuk komitmen Unismuh Makassar untuk mendukung UMKM agar bisa berkembang dan mendapatkan ruang promosi,” ujar Try Gustaf.
Secara umum, kegiatan bazar ini dinilai memberi manfaat besar bagi pelaku usaha kecil dalam meningkatkan pendapatan secara cepat. Melalui wadah bazar, UMKM memperoleh ruang promosi tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran besar.

