February 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Unismuh Makassar Siapkan Mahasiswa untuk Program Learning Express Bersama Singapore Polytechnic

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR, — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyiapkan 30 mahasiswa terpilih untuk mengikuti program Learning Express bersama Singapore Polytechnic. Program ini merupakan bagian dari International Community Service yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar dalam skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi global.

Sebagai tahap awal persiapan, seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan Design Thinking Training yang digelar pada 10–11 Februari 2026 di Mini Hall Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar. Pelatihan ini menjadi pembekalan penting sebelum pelaksanaan Learning Express yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret hingga 10 April 2026 di Desa Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman metodologi design thinking sebagai pendekatan utama dalam mengidentifikasi persoalan masyarakat, merumuskan solusi, hingga mengembangkan purwarupa berbasis kebutuhan riil di lapangan. Metodologi ini menekankan tahapan empati (empathy), perumusan masalah (define), penggalian ide (ideate), pembuatan purwarupa (prototype), serta pengujian solusi (test).

Baca Juga : Tari Wonderland Siswa SD Aisyiyah Muhammadiyah 3 Makassar Meriahkan Pembukaan OlympicAD VIII

Pendekatan design thinking akan menjadi kerangka kerja utama mahasiswa Unismuh Makassar dan Singapore Polytechnic selama pelaksanaan program pengabdian internasional. Dalam kegiatan Learning Express di Desa Tondong Tallasa, kolaborasi lintas negara tersebut difokuskan pada tiga klaster proyek, yakni pengembangan madu lebah, optimalisasi ternak sapi, serta peningkatan nilai tambah produk gula aren. Ketiga sektor dipilih berdasarkan potensi unggulan desa sekaligus kebutuhan masyarakat setempat.

Program ini juga melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa dari kedua institusi. Sebanyak tiga dosen dari Singapore Polytechnic dan tiga dosen dari Unismuh Makassar akan bertindak sebagai fasilitator. Selain itu, kegiatan ini akan mempertemukan 30 mahasiswa dari masing-masing institusi dalam tim kolaboratif lintas negara.

Koordinator Program Learning Express Unismuh Makassar, Dr. Wildhan Burhanuddin, yang juga menjabat Ketua Divisi Kerja Sama, Pusat Studi, dan Inkubasi Bisnis LP3M, menegaskan bahwa pelatihan design thinking menjadi fondasi utama sebelum mahasiswa terjun langsung ke masyarakat.

“Learning Express dirancang berbasis problem solving yang nyata. Mahasiswa akan melakukan observasi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha madu lebah, ternak sapi, dan gula aren, kemudian bersama-sama merumuskan solusi serta mengembangkan purwarupa yang dapat diuji langsung. Design thinking menjadi metodologi kunci agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif tersebut sekaligus melatih kemampuan komunikasi lintas budaya, kerja tim multinasional, serta kepemimpinan sosial mahasiswa dalam konteks pengabdian internasional.

Program Learning Express menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi Unismuh Makassar, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi global. Keterlibatan 30 mahasiswa dalam program ini mencerminkan komitmen universitas dalam menyiapkan generasi yang adaptif, inovatif, dan memiliki kompetensi global melalui pengalaman belajar langsung di masyarakat.