February 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Jemari Kreatif di OlympicAD VIII Makassar: Menenun Masa Depan Fashion Muslim Melalui ‘Ready to Wear

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Ajang Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Makassar menggelar lomba Fashion Tata Busana yang diikuti oleh puluhan peserta bertalenta dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Indonesia.

Kegiatan ini dipusatkan di Aula SMK 8 Makassar, Jl. Monginsidi No. 17, Maricaya Baru, Kota Makassar, Sulsel, Jum’at (13/2/2026).

Kompetisi yang berlangsung di Makassar ini menantang kreativitas peserta untuk menciptakan busana muslim kategori ready to wear (siap pakai).

Penanggung Jawab Lomba Tata Busana, Delha Trijuniarti, menjelaskan bahwa kategori ready to wear dipilih untuk mendorong peserta menciptakan karya yang tidak hanya estetik secara visual, tetapi juga memiliki nilai fungsional dan potensi pasar.

“Tujuannya adalah melahirkan desainer muda yang mampu menjawab kebutuhan industri fashion muslim saat ini. Kami menekankan pada aspek kreativitas konstruksi pola, pemilihan bahan, hingga kerapihan jahitan,” ujar Delha saat ditemui di lokasi lomba.

Terpisah, Juri Lomba Fashion Tata Busana, Lutfiani Jusuf, S.Pd.,M.Pd menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan penilaian yang peserta akan lalui, dan waktunya hingga dua hari.

“Dalam lomba ini, para peserta dituntut untuk menyelesaikan busana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia,” tuturnya.

Dewan Juri membeberkan untuk rubrik penilaian meliputi kesesuaian konsep, orisinalitas desain, serta teknik jahit yang digunakan untuk menghasilkan busana muslim yang modern namun tetap sesuai dengan syariat.

Baca juga: Workshop STEM Internasional Jadi Rangkaian Olympicad VIII di Unismuh Makassar

“Jadi, fokus di proses pola yaitu ketetapan tanda pola efesiensi potong bahan, dress inner kerapian lengan leher, vest outer kerapian pemasangan, finshing yakni kebersihan benang, lubang kancing dan kualitas setrika dan sikap kerja kebersihan area/tepat waktu, skala nilai 100 persen%,” tambahnya.

“Kalau saya lihat semua, berpotensi juara, anak-anak kita hebat semua,” tuturnya.

Dengan demikian, dewan juri berharap para ananda yang ikut berpartispasi pada lomba fashion ini terus mendalami kreativtasnya pasca lomba.

“Ini sebagai langkah awal mereka, kedepan para ananda sudah punya bekal bisa lebih kreatif lagi, bahkan bisa membuat butik sendiri, kita doakan ya,” harapnya.

Salah satu peserta Wiwit Sapitri Kelas XII SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul Yogyakarta menyampaikan bahwa pihaknya optimis bisa juara pada lomba fashion ini.

Ia menyebut bahwa lomba fashion yang diikuti ini merupakan perdana dirasakan.

“Ada rasa degdegan sih mas, tapi dijalani saja dengan santai,” tuturnya.

Wiwit berharap lomba ini bukan sekedar lomba akan tetapi menurutnya lebih kepada silaturahim antar peserta.

“Lewat lomba ini bisa menjalin keakraban antara sesama kader Muhammadiyah/Aisyiyah,” harapnya.

Mereka yang ikut SMK Muhammadiyah Wonomulyo Sulawesi Barat, SMK Muhammadiyah 1 Jatinom Klaten Jawa Tengah, SMK Muhammadiyah 3 Palembang dan SMK Muhammadiyah Imogiri Bantul Yogyakarta.

Diketahui, OlympicAD VIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi dan penguatan jejaring pendidikan Muhammadiyah secara nasional bagi peserta