February 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
KEGIATAN

Asa Kompetensi Pelayanan Restoran di OlympicAD VIII Makassar, Enam Aspek Jadi Penentu Kemenangan

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Bidang lomba kuliner (Restaurant Service) dalam ajang Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Makassar resmi digelar.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Aula SMK 6 Makassar, Jl. Andi Djemma No.132, Banta-Bantaeng, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Jum’at (13/2/2026).

Kompetisi yang diikuti oleh puluhan siswa berbakat dari SMK Muhammadiyah se-Indonesia ini memfokuskan penilaian pada standar pelayanan sektor bidang kuliner.

Penanggung Jawab Lomba Kuliner (Restaurant Service) Mardiana Mandeha, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini dirancang untuk menguji kesiapan mental dan keterampilan teknis peserta secara komprehensif.

“Terdapat enam aspek utama yang menjadi parameter penilaian dewan juri, yakni: Boxing Table (Kerapihan menata kain meja), Napkin Folding (Seni melipat serbet), Fruit Cutting (Teknik memotong buah),Sequence of Service (Urutan prosedur pelayanan tamu), Social Commercial Skill (Kemampuan komunikasi dan pemasaran) dan Personal Presentation (Penampilan dan sikap profesional), kalau semua bagus skala nilainya 100,” ungkapnya.

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Muhammadiyah tidak hanya mahir secara teknis seperti folding atau cutting, tetapi juga memiliki social skill yang kuat dalam menghadapi tamu,” ujar Mardiana Mandeha di lokasi lomba, Unismuh Makassar.

Ia menyebut bahwa perlombaan ini disamping sebagai kompetisi juga membangun silaruturahim antara sesama peserta.

“Para ananda kita memiliki bakat dan skill yang luar biasa, alhamdulilah semua berpotensi juara,” tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap lomba ini bukan semata seremoni akan tetapi diminta untuk terus mengasa potensinya apalagi ananda dari sekolah kejuruan.

“Mampu melahirkan tenaga profesional di bidang Food and Beverage Service yang siap terjun ke dunia industri bagi ananda kita,” harapnya.

Lewat tangan dingin semangat para peserta, lomba ini bukan sekadar kompetisi.

Baca Juga: Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah: OlympiCAD VIII Cetak Generasi Emas 2045

Ini adalah panggung pembuktian bahwa etika, keramahan, dan keterampilan teknis dapat bersatu membentuk harmoni pelayanan yang memikat hati.

Terpisah disampaikan, M. Darrunnafis Palembani asal SMK Muhammadiyah 03 Palembang menyampaikan rasa haru bisa berkompetisi pada acara OlympicAD VIII di kota Makassar.

“Dari jauh-jauh dipersiapkan, apalagi jarak ke makassar jauh, insyallah optimis juara,” tuturnya dengan semangat.

Darrunnafis membeberkan bahwa pihaknya ikut lomba dengan santai dengan sedikit gugup.

“Sedikit gugup sih apalagi ini perdana saya ikut, namun setelah melihat dewan juri dan panitiannya ramah, maka menambah point semangat saya,” ungkapnya.

Ia berharap semua cabang lomba pada OlympicAD VIII di kota Makassar bukan hanya sekedar persaingan, akan tetapi menambah jumlah pertemanan sesama kader Muhammadiyah se Indonesia.

“Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi dan penguatan jejaring,” harapnya.

Mereka yang ikut dari SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, SMK Muhammadiyah 3 Singosari, SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, SMK Muhammadiyah 3 Palembang, SMKS Muhammadiyah Tumijajar dan SMK Muhammadiyah Karanganyar