UNISMUH.AC.ID, – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an maupun hadis. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berusaha mencarinya sepanjang bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam terakhir.
Penegasan tersebut disampaikan merespons pertanyaan masyarakat mengenai perbedaan pandangan tentang Lailatul Qadar, termasuk anggapan yang mengaitkannya dengan tanggal tertentu seperti 17 atau 27 Ramadan. Muhammadiyah menyatakan, penetapan tanggal-tanggal tersebut tidak memiliki dasar yang pasti dan bersifat hasil ijtihad ulama.
Majelis Tarjih menjelaskan bahwa Al-Qur’an hanya menyebut Lailatul Qadar sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Qadr ayat 1 dan Surah Ad-Dukhan ayat 3, yang menyebutnya sebagai lailah mubarakah atau malam yang diberkahi. Sementara itu, Surah Al-Baqarah ayat 185 menegaskan bahwa turunnya Al-Qur’an terjadi pada bulan Ramadan, tanpa menyebutkan tanggal tertentu.
Dalam keterangan tersebut juga dijelaskan bahwa Surah Al-Anfal ayat 41 sering dijadikan dasar oleh sebagian ulama untuk mengaitkan turunnya Al-Qur’an dengan peristiwa Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan. Namun, Muhammadiyah menilai pandangan tersebut merupakan hasil penalaran historis dan bukan penetapan teks yang bersifat pasti.
Majelis Tarjih mengutip pandangan Sayyid Qutb yang menyatakan bahwa permulaan turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadan menjadi titik penting dalam sejarah kenabian, meskipun waktu persisnya tetap dirahasiakan oleh Allah. Kerahasiaan itu dipandang sebagai hikmah agar umat Islam meningkatkan kualitas ibadah secara berkelanjutan.
Hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim juga tidak menetapkan tanggal tertentu, melainkan menganjurkan agar Lailatul Qadar dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil atau tujuh malam terakhir.
Menurut Muhammadiyah, seluruh riwayat tersebut menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dan memiliki keutamaan besar, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 3 yang menyatakan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.
Dengan dasar itu, Majelis Tarjih mengimbau umat Islam untuk tidak memusatkan pencarian Lailatul Qadar pada satu tanggal tertentu. Sebaliknya, umat dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebajikan sejak awal hingga akhir Ramadan, agar tidak kehilangan keutamaan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Penjelasan ini disidangkan dalam forum resmi Majelis Tarjih pada Jumat, 27 Shafar 1437 Hijriah atau bertepatan dengan 11 Desember 2016.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Selengkapnya dapat diakses melalui: Penjelasan Terkait Malam Lailatul Qadar

