February 3, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Pesmadina Unismuh Makassar Rayakan Milad ke-5, Teguhkan Peran sebagai Pusat Pembinaan Karakter Mahasantri

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Pesantren Mahasiswa KH Jamaluddin Amin (Pesmadina) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperingati Milad ke-5 melalui sebuah resepsi yang berlangsung khidmat dan reflektif. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan dan Menjunjung Sportivitas: Memaknai Perjalanan Pesmadina sebagai Centre of Excellence”, kegiatan ini digelar di Pelataran Rusunawa A Pesmadina Unismuh, Ahad 2 Februari 2026.

Resepsi milad dihadiri pimpinan universitas, pengelola pesantren, dosen, alumni, serta seluruh mahasantri Pesmadina. Hadir antara lain Wakil Rektor III Unismuh Makassar Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd.I, Wakil Rektor PUTM sekaligus Kiyai Pesmadina Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., MA, Wakil Rektor PUTM Dr. Ahmad Nasir, S.Pd.I., M.Pd.I, Ketua Program Studi Akhwal Syakhsiyah Dr. Mukhtasimullah, Lc., M.H, Ketua Departemen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Dr. dr. Dara Ugi Aras, M.Kes, para pembina, pengurus, serta tamu undangan dari berbagai institusi.

Baca Juga: Retrospeksi 2026, FKIP Unismuh Makassar Tampilkan Capaian Akademik Mahasiswa Seni Rupa

Acara diawali dengan ceramah keagamaan yang disampaikan Kiyai Pesmadina Unismuh Makassar Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., MA, dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya muhasabah sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia. Ia menguraikan fase kehidupan manusia, mulai dari alam rahim, dunia, barzakh, hingga akhirat, seraya menegaskan bahwa kehidupan di dunia—termasuk di lingkungan pendidikan seperti Pesmadina—harus dimaknai sebagai ruang pembinaan iman, ilmu, dan akhlak.

Kiyai Pesmadina juga mengutip hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Thabrani tentang keutamaan menjaga shalat lima waktu, puasa Ramadan, menjaga kehormatan diri, serta ketaatan kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama pembinaan santri Pesmadina, baik putra maupun putri, agar tumbuh sebagai pribadi berilmu sekaligus berakhlak mulia.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unismuh Makassar Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Pesmadina yang telah memasuki usia lima tahun. Ia menilai Pesmadina telah melalui proses transformasi yang panjang, dari rusunawa, asrama mahasiswa, hingga kini berkembang sebagai pesantren mahasiswa dengan karakter dan visi yang khas.

“Pesmadina merupakan salah satu asrama mahasiswa paling unik di Indonesia. Masa pembinaannya beragam, mulai dari tiga bulan hingga empat tahun. Inilah kekuatan Pesmadina dalam membentuk karakter mahasiswa secara berkelanjutan,” ujar Mawardi.

Ia juga menyinggung penguatan kerja sama internasional Unismuh Makassar dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kerja sama tersebut meliputi program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta membuka peluang global bagi alumni dan mahasantri, termasuk di bidang tenaga kesehatan, pembinaan sosial, dan pengabdian keagamaan di luar negeri.

Namun demikian, Mawardi menegaskan bahwa seluruh peluang global tersebut harus dibarengi dengan pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin waktu, kejujuran, kebersihan, dan tanggung jawab sosial.

“Akhlak bukan sekadar pengetahuan, tetapi pembiasaan. Ilmu dan perbuatan harus menyatu. Inilah ciri Islam berkemajuan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Asrama Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASLAM PTMA), Dr. Mumaroh, M.Hum., Ph.D, turut menyampaikan apresiasi atas capaian Pesmadina Unismuh Makassar yang telah memasuki usia lima tahun. Ia berharap momentum milad ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi bagi seluruh pengelola dan mahasantri.

“Hal-hal baik yang telah berjalan perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Sementara kekurangan dijadikan pelajaran untuk perbaikan ke depan. Semoga Pesmadina terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi komunitas Muhammadiyah, khususnya di Makassar,” ujarnya.

Untuk memeriahkan Milad ke-5, panitia juga menyelenggarakan sejumlah lomba, seperti Lomba Ceramah Tiga Bahasa, Lomba Tilawah Al-Qur’an, Lomba Tartil, dan Lomba Menara Ukhuwah, yang diikuti dengan antusias oleh para mahasantri.

Melalui peringatan lima tahun ini, Pesmadina Unismuh Makassar diharapkan semakin mengokohkan perannya sebagai centre of excellence dalam pembinaan mahasiswa yang unggul secara spiritual, intelektual, dan moral, sekaligus menjadi model pesantren mahasiswa berkemajuan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.