UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar orientasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 sebagai tahap awal pembekalan akademik dan profesional bagi mahasiswa PPG. Kegiatan ini diikuti 93 peserta dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta menghadirkan pimpinan universitas dan fakultas sebagai narasumber utama. Orientasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang sistem, kurikulum, dan etika profesi guru sebelum peserta memasuki proses pembelajaran dan praktik lapangan. Kegiatan orientasi dilaksanakan di Ruang I-Gift Teater, Lantai 2 Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis 29 Januari 2026.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi, dalam pengajian pembuka menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah mulia sebagai pelanjut tugas para nabi dan rasul. Ia menyampaikan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia melalui keteladanan nyata.
Baca Juga : Fakultas Teknik Unismuh Makassar Targetkan Book Chapter Scopus
“Guru itu bukan sekadar mengajar, tetapi menjadi teladan. Keteladanan lebih utama daripada seribu nasihat,” ujar Mawardi Pewangi.
Menurut Mawardi, landasan utama dalam menjalankan profesi guru adalah tauhid, keikhlasan, kebersihan lahir dan batin, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan. Ia menekankan bahwa keikhlasan akan melahirkan kebahagiaan dalam bekerja dan keberkahan dalam ilmu yang diajarkan. Ia juga mengingatkan calon guru agar meninggalkan sikap sombong dan menjadikan profesi guru sebagai ladang pengabdian.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar, Dr. Baharullah, melaporkan bahwa PPG Calon Guru Tahun 2026 diikuti 93 mahasiswa, terdiri atas 58 peserta PGSD dan 35 peserta PPKn. Ia menjelaskan bahwa Unismuh Makassar kembali memperoleh kepercayaan dari Direktorat PPG, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menyelenggarakan program tersebut.
“Kepercayaan ini patut kita syukuri karena tidak semua perguruan tinggi memperoleh kuota PPG,” kata Baharullah.
Baharullah menjelaskan bahwa pelaksanaan PPG 2026 mengalami sejumlah perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama pada kurikulum dan pendekatan pembelajaran. Penekanan kompetensi kini difokuskan pada integrasi literasi, numerasi, dan teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran. Ia menambahkan bahwa modul pembelajaran tidak lagi menggunakan alur Merdeka Belajar, melainkan berbasis studi kasus yang kontekstual.
Selain itu, pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada PPG 2026 dirancang berkelanjutan dan terintegrasi dengan mata kuliah. Baharullah menuturkan bahwa mahasiswa langsung menerapkan teori ke dalam praktik di sekolah mitra. Ia menjelaskan bahwa “ketika mahasiswa mempelajari perencanaan pembelajaran, mereka langsung menyusun RPP dan mengujinya di sekolah tempat PPL berlangsung.”
Dalam orientasi tersebut, peserta juga memperoleh penjelasan teknis terkait sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) dan pola perkuliahan. Proses pembelajaran dilaksanakan dua hari di kampus dan tiga hari di sekolah mitra setiap pekan. Baharullah menegaskan bahwa kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, serta etika berpakaian menjadi bagian dari penilaian profesional calon guru.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, menekankan bahwa guru merupakan kunci utama dalam sistem pendidikan nasional. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi guru. “PPG ini bukan formalitas, tetapi proses pembentukan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian calon guru,” ujar Prof Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh Makassar itu.
Menurut Prof Andis, program PPG bertujuan meningkatkan kualitas sekaligus kesejahteraan guru secara beriringan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas harus menjadi prioritas utama, sementara kesejahteraan akan mengikuti secara otomatis. Ia juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan PPG yang dibiayai pemerintah dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Andis menambahkan bahwa penguasaan teknologi informasi menjadi kebutuhan mutlak bagi calon guru di tengah perubahan karakter peserta didik. Ia menilai integrasi literasi digital dan teknologi pendidikan dalam kurikulum PPG 2026 merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan generasi saat ini. Ia berharap lulusan PPG Unismuh Makassar mampu menjadi guru profesional yang adaptif dan berdaya saing.

