January 28, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Unismuh Makassar Gelar Workshop Kurikulum BIPA, Dukung Internasionalisasi Kampus

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum dan Panduan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Acara dihelat di Ruang Rapat Wakil Rektor, Gedung Iqra Lantai 16, Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 28 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program internasionalisasi kampus, sekaligus upaya menyiapkan layanan pembelajaran bahasa Indonesia yang terstruktur bagi mahasiswa asing.

Peserta berasal dari lintas program studi, melibatkan unsur pimpinan universitas, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B), serta dosen dari sejumlah program studi untuk merumuskan kurikulum BIPA yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali pengajian oleh Wakil Rektor III Unismuh, Dr KH Mawardi Pewangi, M.Pd.I. Dalam pengajiannya, Mawardi menekankan posisi bahasa yang fundamental dalam Islam dan kehidupan manusia. “Ilmu pertama yang diajarkan Allah kepada manusia adalah bahasa, dan perintah syariat yang pertama turun adalah membaca, meneliti, dan menulis,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter seseorang. Menurut dia, Alquran menegaskan pentingnya bahasa sebagai sarana membangun relasi antarsuku dan bangsa, sehingga penguasaan bahasa menjadi kunci dalam interaksi sosial dan akademik.

Ketua LP2B Unismuh, Prof Sulfasyah, M.A., Ph.D., mengatakan internasionalisasi merupakan agenda strategis universitas. Ia menegaskan, kehadiran mahasiswa asing di Unismuh adalah amanah institusional yang perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Pembelajaran BIPA diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendukung adaptasi akademik, sosial, dan budaya mahasiswa asing selama menempuh studi di Unismuh Makassar,” kata Sulfasyah. Ia menyebut, penyusunan kurikulum dan panduan diperlukan agar program memiliki standar pelaksanaan yang jelas, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal.

Sulfasyah juga menyampaikan, dokumen kurikulum dan panduan BIPA yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak. Menurut dia, dokumen tersebut dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan program BIPA bersama lembaga pemerintah maupun swasta, di tingkat nasional maupun internasional.

Workshop diikuti dosen dari berbagai program studi, yakni S-1 Bahasa Inggris 10 orang, S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia delapan orang, S-1 Bahasa Arab tiga orang, serta dosen S-2 Bahasa Inggris tiga orang. Keterlibatan lintas disiplin ini, menurut panitia, menunjukkan pengembangan BIPA bukan semata tanggung jawab satu bidang keilmuan.

Wakil Rektor I Unismuh, Prof Dr Andi Syukri Syamsuri, menegaskan pentingnya kurikulum sebagai rencana pembelajaran yang strategis dan sistematis. Ia menyebut kurikulum BIPA perlu memuat tujuan, metode, materi, serta evaluasi yang relevan dengan kebutuhan penutur asing.

“BIPA bukan hanya mengajarkan bahasa Indonesia sebagai tuturan, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia, karena bahasa dan budaya adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Prof Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh Makassar.

Baca Juga: Mahasiswa Unismuh Makassar Jalani KKN Internasional di Pesantren Darul Uloom Thailand Selatan

Ia menambahkan, kompetensi utama dalam BIPA mencakup kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta keterampilan berkomunikasi lintas budaya.Lebih lanjut, Prof Andis mengatakan penguatan program BIPA sejalan dengan peta jalan pengembangan universitas menuju daya saing internasional. Ia berharap program ini menjadi salah satu daya tarik Unismuh bagi mahasiswa asing sekaligus memperkuat posisi universitas di tingkat global.

Narasumber utama workshop, Asrianti, S.Pd., M.Pd., yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pelaksanaan program BIPA, memberikan pengayaan materi kepada peserta. Melalui pemaparan dan diskusi, peserta dibekali pemahaman konseptual serta praktis terkait penyusunan kurikulum BIPA yang kontekstual dan aplikatif.

Kegiatan ini difasilitasi Devisi Pengembangan BIPA, SDM dan Kerjasama LP2B Unismuh Makassar.

“Melalui workshop ini, Unismuh menargetkan lahirnya kurikulum dan panduan BIPA yang komprehensif sebagai langkah awal pengembangan program berkelanjutan. Hasil workshop direncanakan ditindaklanjuti melalui kerja sama lintas institusi serta peningkatan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa asing di Unismuh Makassar,” tutup Firman M.Pd, Ketua Devisi Pengembangan BIPA, SDM dan Kerjasama LP2B Unismuh Makassar.