January 28, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Kapan Doa Buka Puasa Dibaca? Ulama Tegaskan Sesudah Berbuka

Praktik membaca doa sebelum berbuka puasa kerap dijumpai di berbagai masjid dan tempat ibadah selama bulan Ramadhan. Namun, tidak sedikit pula jamaah yang mempertanyakan ketepatan waktu pembacaan doa tersebut. Pasalnya, doa yang lazim dibaca saat berbuka dinilai lebih sesuai secara makna apabila diucapkan setelah membatalkan puasa.

Doa berbuka puasa yang umum dibaca berbunyi “Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah” yang berarti: “Semoga dahaga hilang, urat-urat segar kembali, dan ditetapkan pahala, insya Allah.” Secara makna, doa ini menggambarkan kondisi setelah seseorang selesai berbuka.

Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW menguatkan pandangan bahwa doa tersebut dibaca setelah berbuka, bukan sebelumnya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa ketika waktunya tiba.

Hadis lain yang diriwayatkan dari Sulaiman bin Amir menyebutkan bahwa Nabi SAW menganjurkan berbuka dengan kurma, dan apabila tidak tersedia, dengan air putih. Anjuran ini menunjukkan bahwa tindakan berbuka didahulukan sebelum aktivitas lainnya, termasuk berdoa.

Penjelasan paling tegas terkait doa berbuka disampaikan dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin Umar. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW apabila telah berbuka, kemudian membaca doa “Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.” Redaksi ini memperjelas bahwa doa dibaca setelah berbuka puasa dilakukan.

Berdasarkan rangkaian hadis tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa tata cara berbuka puasa yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW adalah menyegerakan berbuka terlebih dahulu, kemudian membaca doa. Pedoman ini juga ditegaskan oleh Majelis Tarjih dalam Himpunan Putusan Tarjih yang menyebutkan bahwa setelah matahari terbenam, umat Islam dianjurkan segera berbuka dengan kurma atau air, lalu berdoa sesudahnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa doa berbuka puasa sebaiknya dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya. Praktik ini selaras dengan makna doa, redaksi hadis, serta tuntunan yang dirumuskan oleh para ulama berdasarkan sumber-sumber sahih.

Selengkapnya dapat diakses melalui: Doa Buka Puasa, Kapan Waktu Membacanya?