January 24, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS PRESTASI

Mahasiswa Unismuh Makassar Lolos Program Nasional Transportasi Berkelanjutan

Mahasisawa FISIP Unismuh Makassar Terpilih Sebagai Peserta Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST)

UNISMUH.AC.ID, Jakarta — Arfan Fadillah, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), terpilih sebagai peserta Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST), sebuah program pengembangan kepemimpinan nasional di bidang transportasi berkelanjutan dan rendah emisi. Program tersebut secara resmi dibuka di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, pada Senin, 19 Januari 2026.

FIRST merupakan program nasional yang menyeleksi 39 mahasiswa terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari sejumlah kota besar, seperti Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar, yang disaring dari ratusan pendaftar se-Indonesia dengan kepedulian terhadap isu perubahan iklim.

Program ini digagas untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam transformasi sistem transportasi nasional menuju rendah emisi. Peserta tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga diarahkan untuk merancang dan menjalankan aksi nyata di komunitas masing-masing.

Pembukaan program FIRST dilakukan oleh Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Tatan Rustandi, A.TD., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kontribusi generasi muda dalam agenda dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

“Generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan dan dekarbonisasi sektor transportasi,” kata Tatan Rustandi saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Tatan, tantangan perubahan iklim menuntut lahirnya pemimpin muda yang tidak hanya memahami isu, tetapi juga mampu merumuskan solusi berbasis kebutuhan lapangan. Ia menilai pendekatan partisipatif dan inovatif menjadi kunci dalam mendorong perubahan di sektor transportasi.

“Melalui program seperti FIRST, kami berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu menghadirkan aksi nyata dan solusi inovatif di lapangan,” ujarnya.

Program FIRST dirancang dalam bentuk rangkaian bootcamp, pelatihan intensif, dan sesi mentorship. Selama kegiatan berlangsung, peserta akan dibimbing langsung oleh para ahli, mentor profesional, serta pembuat kebijakan di bidang transportasi dan lingkungan.

Melalui program ini, peserta didorong untuk mengembangkan, menguji, dan mengimplementasikan ide-ide aksi terkait dekarbonisasi sektor transportasi. Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan gerakan berbasis komunitas yang relevan dengan konteks lokal di masing-masing daerah.

Baca Juga: WR II Unismuh: Talent PMB Harus Mencerminkan Etika dan Islam Berkemajuan

Arfan Fadillah mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program nasional tersebut. Ia menilai FIRST sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi secara nyata.

“Saya melihat FIRST sebagai ruang belajar sekaligus ruang aksi,” ujar Arfan.

Ia menjelaskan bahwa program ini memberikan pengalaman langsung dalam merespons persoalan transportasi rendah emisi. Menurut Arfan, mahasiswa tidak hanya diajak berdiskusi, tetapi juga ditantang menghadirkan solusi yang aplikatif.

“Program ini tidak hanya membahas konsep transportasi rendah emisi, tetapi juga mendorong kami menghadirkan solusi yang kontekstual dan berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Arfan menekankan pentingnya keterkaitan antara kebijakan publik, partisipasi masyarakat, dan inovasi lokal. Ia menilai isu transportasi berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari peran pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

“Isu transportasi berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan publik dan peran masyarakat,” tutur Arfan.

Program FIRST juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring dengan berbagai mitra strategis. Konsorsium pendukung program ini melibatkan lembaga nasional dan internasional, seperti UK PACT, World Resources Institute (WRI) Indonesia, IREEM, dan British Embassy Jakarta.

Selain penguatan kapasitas, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian program akan memperoleh sertifikat resmi. Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan atas partisipasi dan kontribusi peserta dalam mendukung agenda transportasi berkelanjutan.

Keberhasilan Arfan Fadillah lolos dalam program FIRST diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, khususnya di lingkungan Unismuh Makassar. Partisipasi mahasiswa dalam program nasional ini dinilai penting untuk mendorong lahirnya calon pemimpin muda yang peduli terhadap pembangunan berkelanjutan dan upaya penanganan perubahan iklim di sektor transportasi.