UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dr Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., tercantum sebagai salah satu reviewer pada artikel ilmiah yang terbit di Frontiers in Digital Health, jurnal internasional bidang kesehatan digital yang terindeks Scopus dan berada pada kelompok Q1 di sejumlah kategori pemeringkatan SCImago.
Artikel yang ditelaah berjudul “Telemedicine and the European Health Data Space: a new paradigm for healthcare in the EU”. Naskah berjenis review tersebut dipublikasikan pada 9 Januari 2026 di Frontiers in Digital Health (Volume 7, artikel 1713758) dengan DOI 10.3389/fdgth.2025.1713758.
Dalam artikel itu, para penulis memetakan perkembangan telemedicine lintas-negara di Eropa setelah hadirnya kerangka European Health Data Space (EHDS), termasuk peran MyHealth@EU sebagai infrastruktur pertukaran data kesehatan. Bentuk telemedicine yang dibahas meliputi telekonsultasi, pertukaran keahlian klinis (tele-expertise), telemonitoring, teleradiologi, hingga telepatologi, serta tantangan regulasi, pendanaan, budaya, dan interoperabilitas teknis.
Dari sisi metodologi, penulis menelusuri literatur periode Juni 2009–Juni 2025 pada sejumlah basis data (antara lain PubMed/MEDLINE, Science Direct, IEEE Xplore, dan Google Scholar). Dari 3.843 temuan awal, proses penyaringan menghasilkan 82 studi yang dianalisis dalam sintesis akhir.
Artikel itu juga menyoroti arah implementasi EHDS melalui MyHealth@EU. Untuk kategori prioritas data kesehatan pribadi seperti Patient Summary dan ePrescription/eDispensation, penerapan penuh di tingkat Uni Eropa disebut diharapkan operasional pada 2029.
Selain itu, artikel menempatkan kecerdasan artifisial (AI) sebagai peluang penguatan layanan telemedicine, sembari menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan tata kelola yang memadai agar layanan digital tetap aman dan andal.
“Saya mengapresiasi kesempatan ini dan berharap keterlibatan tersebut dapat turut menguatkan budaya riset di lingkungan kampus, khususnya pada isu-isu kesehatan digital yang semakin strategis,” ujar Dr. Dito, Rabu, 21 Januari 2026, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

