UNISMUH.AC.ID, Makassar — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat capaian baru melalui kiprah alumninya. Dr. Baharuddin, S.Pd.I., M.Pd. meraih jabatan akademik Guru Besar dan disebut sebagai alumni pertama FAI Unismuh Makassar yang mencapai jenjang tersebut. Baharuddin kini mengabdi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-ID) perguruan tinggi yang sebelumnya dikenal dengan nama Unisma Bekasi.
Capaian itu menandai perjalanan akademik Baharuddin yang konsisten menekuni bidang manajemen pendidikan dan pengembangan mutu pembelajaran, termasuk isu-isu pendidikan Islam dalam konteks disrupsi dan globalisasi.
Rekam jejaknya juga memperlihatkan keterlibatan dalam riset, publikasi ilmiah, pelatihan peningkatan kapasitas pendidik, serta penguatan ekosistem akademik melalui peran organisasi profesi dan pengelolaan jurnal.
Rekan Jejak Akademik
Baharuddin menempuh pendidikan diploma di PGSDI FAI Unismuh, dan Sarjana pada Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI Unismuh (2001–2005). Ia merupakan lulusan terbaik di kedua jenjang pendidikan tersebut.
Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada jenjang Magister Manajemen Pendidikan (2009–2011) dan menuntaskan program Doktor Manajemen Pendidikan (2012–2015) di kampus yang sama. Kombinasi latar Pendidikan Agama Islam dan keahlian manajemen pendidikan menjadi dasar kontribusinya dalam penguatan tata kelola pendidikan, kepemimpinan sekolah, serta inovasi pembelajaran.
Sebelum hijrah ke Unisma Bekasi, Baharuddin merupakan dosen di Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.
Di bidang pengajaran, ia menangani mata kuliah kependidikan dan riset, antara lain Media Pembelajaran, Metodologi Penelitian, Teknologi Pendidikan, Strategi Belajar Mengajar, Evaluasi Pendidikan, dan Perencanaan Pendidikan.
Di luar kelas, dalam lima tahun terakhir ia tercatat menjadi narasumber pelatihan kompetensi guru, antara lain pelatihan penelitian dan pemanfaatan aplikasi referensi Mendeley, praktik manajemen mengajar abad 21 berbasis 4C, pengembangan media pembelajaran berbasis Android, serta pelatihan model Project-Based Learning (PBL) bagi mahasiswa.
Dalam ranah publikasi, Baharuddin menulis artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun forum akademik. Sejumlah tema yang diangkat meliputi perilaku kerja inovatif guru (dengan analisis Rasch Model), perilaku kepemimpinan kepala sekolah, serta kajian CALL (Computer-Assisted Language Learning) pada masa pandemi bagi guru Pendidikan Agama Islam.
Ia juga menulis buku, di antaranya Pengaruh Pengawasan, Struktur Organisasi, Integrasi dan Inovasi Terhadap Keunggulan Bersaing (2018), Disrupsi Pendidikan Islam (2020), dan Globalisasi Pendidikan Agama Islam (2021).
Di luar aktivitas tridarma, Baharuddin terlibat dalam penguatan ekosistem keilmuan. Ia tercatat sebagai pemimpin redaksi jurnal elektronik berbasis OJS, serta aktif dalam organisasi profesi, antara lain sebagai Wakil Ketua Himpunan Doktor Manajemen Pendidikan Indonesia (HIDMAPI) dan Ketua Perkumpulan Profesi Administrator dan Manajer Pendidikan Indonesia (PROMAPI) Wilayah Jawa Barat.
Apresiasi Sivitas Akademika FAI Unismuh
Dekan FAI Unismuh Makassar Dr. Amirah Mawardi menilai capaian tersebut sebagai kabar penting bagi institusi dan pesan bagi mahasiswa untuk menekuni tradisi akademik secara konsisten.
“Pencapaian Guru Besar oleh alumni pertama FAI Unismuh merupakan kebanggaan bagi kami. Ini menunjukkan kerja ilmiah yang konsisten—mengajar, meneliti, menulis, dan mengabdi—dapat mengantarkan akademisi pada puncak prestasi,” ujar Amirah saat dikonfirmasi, pada Senin, 19 Januari 2026 di Kampus Unismuh Makassar.
Menurut Amirah, capaian itu diharapkan menjadi pemantik semangat mahasiswa dan alumni untuk membangun portofolio akademik dan memperkuat kultur riset. “FAI Unismuh akan terus menguatkan ekosistem riset, publikasi, dan jejaring akademik agar lahir lebih banyak doktor dan profesor dari lingkungan FAI,” katanya.

