January 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Lewat FGD PKM, Unismuh Makassar Bidik Peningkatan Prestasi Mahasiswa

Unismuh.ac.id, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mematangkan strategi pendampingan dosen dan mahasiswa dalam menghadapi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 16 Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Selasa, 13 Januari 2026.

FGD yang diikuti Wakil dekan 4 dan Wakil Dekan 3 serta Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA), pada kegiatan tersebut membahas evaluasi pelaksanaan PKM tahun sebelumnya sekaligus penyusunan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proposal mahasiswa menuju pendanaan nasional. Forum ini juga menjadi bagian dari evaluasi dan proyeksi capaian prestasi kemahasiswaan Unismuh Makassar periode 2025–2026.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Wakil Rektor 3 Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pdi yang berharap pengembangan prestasi merupakan salah satu prioritas utama universitas selanjutnya pemaparan Materi terkait dengan evaluasi dan proyeksi prestasi kemahasiswaan tahun 2025-2026 yang disampaikan oleh Dr. Ir. Nenny, ST, MT, IPM, yang memaparkan data capaian prestasi mahasiswa menunjukkan tren positif, dengan puluhan raihan juara di tingkat regional hingga nasional, serta peningkatan partisipasi dalam program hibah Kemendikbud seperti PKM, P2MW, dan PPK Ormawa.

Pemateri lainnya, Dr. Dian Pramana Putra, S.Pd., M.Pd., sekaligus memandu kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) yang membahas terkait dengan Road map PKM 2026, termasuk strategi peningkatan jumlah proposal PKM yang dikirim ke Belmawa serta penguatan kesiapan mahasiswa menuju PIMNAS. Ia menekankan pentingnya penetapan target PKM pendanaan di setiap fakultas agar pendampingan dapat dilakukan secara terarah dan terukur serta pembahasan teknis penyusunan proposal PKM, mulai dari ketajaman latar belakang masalah, kesesuaian skema, hingga penguatan unsur kebaruan ide.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa satu ide PKM memiliki peluang untuk dikembangkan dan diajukan kembali pada skema berbeda, selama memenuhi ketentuan dan mengalami penguatan substansi. Peserta FGD juga menyoroti pentingnya strategi penyusunan tim PKM, khususnya terkait ketentuan ketua dan anggota, mengingat mahasiswa hanya diperbolehkan satu kali menjadi ketua PKM.

Sejumlah proposal PKM dari berbagai fakultas turut dievaluasi, mencakup bidang pendidikan, riset budaya lokal terintegrasi nilai keislaman, hingga kewirausahaan berbasis pemanfaatan limbah. Evaluasi tersebut menekankan pentingnya kesesuaian antara ide, skema, dan luaran yang ditargetkan.

FGD ini sekaligus menegaskan peran strategis dosen dalam keberhasilan PKM, mulai dari perumusan ide awal, penjaringan mahasiswa potensial, hingga pendampingan intensif dan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, Unismuh Makassar merencanakan penguatan pusat coaching PKM yang terkoordinasi, didukung sinergi pendampingan di tingkat fakultas.

Melalui penguatan sistem pendampingan sejak awal tahun, Unismuh Makassar optimistis PKM dapat menjadi program unggulan yang mendorong prestasi mahasiswa sekaligus memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional.