January 10, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Mahasiswa Ekonomi Islam Unismuh Dorong Konsep Green Mosque di Gowa

UNISMUH.AC.ID, GOWA — Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memaparkan laporan hasil wawancara sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di Masjid Raudhatul Jannah, Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat 9 Januari 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Program Green Mosque: Pengembangan Sistem Aquaponics Berbasis Dana Infaq sebagai Model Ketahanan Pangan Jamaah di Sulawesi Selatan.” Program ini dirancang untuk mendorong optimalisasi peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi dan sosial jamaah.

Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar sekaligus dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Agusdiwana Suarni, S.E., M.Acc., dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan dana masjid yang transparan dan akuntabel. Menurut dia, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat penguatan ekonomi umat jika dana infaq dikelola secara profesional dan produktif.

Baca Juga : https://news.unismuh.ac.id/2026/01/09/fkik-unismuh-akui-prestasi-pimnas-setara-skripsi-dorong-penguatan-budaya-riset-dan-bangun-insentif-akademik-mahasiswa/

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB Unismuh Makassar, Sri Wahyuni, S.E., M.E., turut menyampaikan sambutan dengan memperkenalkan profil dan orientasi keilmuan Program Studi Ekonomi Islam kepada pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil wawancara oleh tim mahasiswa Ekonomi Islam kelas EI23A. Pemaparan tersebut mengulas sejumlah studi kasus pengelolaan masjid di berbagai daerah, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas keuangan, pengelolaan dana infaq, pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pelaporan, serta peran dana masjid sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi jamaah.

Pada sesi berikutnya, Agusdiwana Suarni menjelaskan konsep Green Mosque dalam perspektif ekonomi Islam. Ia menyampaikan bahwa dana infaq yang dikelola secara profesional dapat diarahkan pada program-program produktif yang memberi manfaat jangka panjang, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan berbasis masjid.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan umat melalui pengelolaan dana yang profesional dan produktif,” ujarnya.

Materi teknis mengenai sistem aquaponics disampaikan oleh dosen pertanian Unismuh Makassar, Ir. Muhamad Ikbal, S.Pi., M.Si., IPM. Ia menjelaskan bahwa sistem aquaponics memungkinkan budidaya ikan dan tanaman secara terpadu pada lahan terbatas di lingkungan masjid. Selain berpotensi menyediakan sumber pangan sehat bagi jamaah, sistem ini juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Menutup kegiatan, Sri Wahyuni kembali memaparkan profil lulusan, keunggulan keilmuan, serta kontribusi Program Studi Ekonomi Islam dalam pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta mahasiswa. Melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan masjid sebagai pusat ibadah, edukasi, dan ketahanan pangan jamaah berbasis nilai-nilai ekonomi Islam