January 8, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Mahasiswa KPI Unismuh Belajar Praktik Humas di Subdirektorat Humas

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melakukan kunjungan media ke Subdirektorat Humas dan Protokoler Unismuh Makassar untuk mempelajari praktik public relations (PR) dan produksi berita kampus. Kegiatan ini menghadirkan paparan pengantar dari dosen pendamping Dr Wiwik Laela Mukromin serta Kepala Sub Direktorat Humas Unismuh Makassar, Dr Hadisaputra, yang menjelaskan strategi pengelolaan informasi, standar kerja, hingga pemanfaatan platform digital.

Kunjungan tersebut digelar di Ruang Rapat Lantai 16, Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 7 Januari 2026), dengan melibatkan 21 mahasiswa KPI.

Dalam sambutannya, Dr Wiwik menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami peran PR untuk menjaga citra institusi sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menyebut, penguatan kemampuan praktik menjadi bagian dari misi pembelajaran mata kuliah Public Relations yang sedang ditempuh mahasiswa.

“Kita harus bangga dengan kampus kita ini untuk menjaga citra itu dan itu sebagai misi daripada public relation yang sedang kita pelajari,” ujar Wiwik Laela Mukromin.

Sementara itu, Hadisaputra membuka sesi dengan memperkenalkan perubahan nomenklatur unit kerja humas di Unismuh Makassar. “Periode lalu memang unit kami namanya bagian Humas dan Protokoler, tapi periode 2025 empat tahun ke depan kami diubah nomenklatur menjadi Subdirektorat Humas dan Protokoler,” kata Dr Hadisaputra.

Ia menjelaskan, tugas subdirektorat humas tidak hanya memproduksi informasi, tetapi juga memastikan arus informasi berjalan tertib dan terukur. Menurut dia, humas menjalankan fungsi protokoler, pendampingan pimpinan, serta pemantauan isu untuk dilaporkan kepada pimpinan kampus.

Hadisaputra menegaskan perbedaan kerja humas dengan kerja wartawan. “Kalau humas kerjanya, kalau ada kejadian seperti itu kami cari informasi sedetail mungkin, laporkan ke pimpinan. Bukan untuk diberitakan,” ujarnya. Ia menambahkan, humas lebih fokus mengangkat berita positif yang memperkuat reputasi institusi, seperti prestasi mahasiswa, capaian dosen, dan kegiatan ilmiah kampus.

Dalam pemaparannya, Hadisaputra juga menyebutkan bahwa tata kelola humas Unismuh Makassar telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang terstruktur. Ia menyampaikan bahwa proses kerja humas disusun rapi agar setiap konten yang dipublikasikan melewati tahapan verifikasi dan persetujuan, termasuk untuk mengurangi komplain dan memastikan akurasi.

“Humas dan Protokoler Unismuh itu sudah terstandarisasi ISO 21001:2018,” ujar Dr Hadisaputra. Ia menjelaskan, standar itu berdampak pada keberadaan SOP untuk konferensi pers, rilis pers, pengelolaan website, hingga tata kelola media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, X, dan YouTube.

Lebih lanjut, ia menguraikan bagaimana kanal digital kampus digunakan untuk memperluas jangkauan informasi. Dr Hadisaputra mengatakan, website kampus dapat menjadi rujukan bagi media arus utama karena kontennya mudah ditemukan dan memiliki keterbacaan tinggi di mesin pencari.

“Kalau sudah dimuat di News Unismuh, pandangan kepakarannya bisa dikutip oleh Kompas, dikutip oleh Detik, atau dikutip oleh Antara,” kata Dr Hadisaputra. Ia menilai, konten yang kuat dan terkelola baik membuat paparan keahlian dosen maupun kabar kampus dapat menjangkau publik tanpa harus selalu diwawancarai langsung oleh media.

Selain produksi berita, Dr Hadisaputra juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media lokal untuk menjaga harmoni dan mengantisipasi dramatisasi isu. Menurut dia, relasi yang baik membuat klarifikasi dapat dilakukan lebih cepat, sehingga potensi misinformasi bisa ditekan.

Dr Wiwik pada bagian diskusi mendorong mahasiswa KPI memperluas cara pandang tentang dakwah dan komunikasi. Ia menilai, transformasi komunikasi menuntut mahasiswa tidak hanya mengandalkan retorika mimbar, tetapi juga menguasai perangkat dan ruang digital sebagai medan baru penyiaran.

“Mahasiswa KPI saatnya berpindah dari dai mimbar ke layar,” ujar Dr Wiwik. Ia menambahkan, keterampilan produksi konten dan pengalaman lapangan, termasuk melalui magang di humas, dapat memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri dan institusi.

Pada sesi praktik dan contoh kerja, Dr Hadisaputra turut memperlihatkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mempercepat alur kerja tanpa mengabaikan verifikasi. Ia menjelaskan bahwa rekaman kegiatan dapat ditranskrip dengan bantuan teknologi, lalu diolah menjadi naskah berita yang tetap memerlukan penyuntingan akhir agar tidak terjadi kekeliruan fakta.

Ia bahkan mencontohkan pemakaian kecerdasan buatan untuk membantu penyusunan naskah berbasis transkrip. Menurut dia, pemanfaatan teknologi bukan berarti menyerahkan tanggung jawab pada mesin, melainkan mempercepat proses kerja sehingga tim dapat fokus pada pengecekan data dan ketepatan informasi.

Kunjungan media ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Public Relations yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan praktik kehumasan di lingkungan kampus. Ke depan, penguatan latihan produksi berita dan keterampilan digital diharapkan memperluas kompetensi mahasiswa KPI, terutama untuk mendukung dakwah dan komunikasi di ruang-ruang digital yang kian dominan.