UNISMUH.AC.ID, ACEH TENGAH — Emergency Medical Team (EMT) – MDMC Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melanjutkan layanan kesehatan bagi warga di wilayah terpencil Desa Serule dan Desa Atu Payung, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis, 1 Januari 2026.Layanan dilakukan melalui posko utama (Mini Puskesmas) di Desa Serule serta pelayanan bergerak (mobile) dengan pola door to door di dua desa tersebut.
Ketua Tim EMT–MDMC Unismuh Makassar, dr. Fahmi, mengatakan tim tetap bekerja meski menghadapi keterbatasan di lapangan. “Medan antar desa sulit karena longsor dan hujan. Di lokasi juga tidak ada sinyal dan listrik. Karena itu, pelayanan mengandalkan koordinasi lapangan serta dukungan warga,” ujar dr. Fahmi.
Berdasarkan laporan situasi, Posko Utama di Desa Serule melayani 22 pasien, dengan rentang usia dari anak-anak hingga lansia. Sementara pelayanan di Desa Atu Payung menjangkau 20 pasien dan didominasi kelompok usia dewasa.
Data tim menunjukkan ISPA menjadi keluhan terbanyak, disusul dispepsia. Selain pengobatan umum, tim juga memberikan layanan kesehatan reproduksi, yakni pelayanan keluarga berencana (KB).
Dalam pelayanan hari itu, EMT Unismuh Makassar juga menyiapkan rujukan untuk pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Terdapat dua kasus rujukan, yakni satu ibu hamil usia 8 bulan dan satu pasien penyakit interna. Rujukan dijadwalkan dilakukan keesokan hari pukul 10.00.
Kendala utama layanan adalah akses transportasi. Tim hanya dapat menggunakan motor bebek modifikasi untuk menjangkau titik layanan karena kondisi jalan rusak, licin, dan tertutup material longsor. “Aksesnya sangat terpencil dan jauh. Karena itu kami mengombinasikan posko tetap dan layanan mobile agar warga tetap terjangkau,” kata dr. Fahmi.
Operasi kemanusiaan ini didukung 10 personel EMT–MDMC Unismuh Makassar yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, unsur logistik, serta mahasiswa kedokteran, dengan masa tugas tercatat 28 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026.

