UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR —Wahyuni, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil mempertahankan Disertasi dalam sidang promosi doktor pada Senin, 29 Desember 2025. Sidang tersebut Digelar di Ruang Ujian Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Wahyuni meraih gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Akuntasi setelah mempertahankan disertasi berjudul “Akuntansi Berkelanjutan Organisasi Muhammadiyah: Sebuah Pendekatan Religius”
Dalam menyelesaikan penelitian disertasi, Wahyuni dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Asri Usman, S.E., A.k, M.Si., CA, bertindak selaku Co Promotor Prof. Dr. Syarifuddin, S.E., Ak. M.Soc., Sc., CA serta Penguji Eksternal Dr. Sugianto S.E., M.Si., Ak. CA.
Ringkasan Disertasi
Upaya mengintegrasikan nilai-nilai religius dalam praktik akuntansi keberlanjutan menjadi fokus utama disertasi Wahyuni pada Program Doktor Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Melalui pendekatan kualitatif dengan paradigma postmodernisme, penelitian ini menawarkan model akuntansi keberlanjutan yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan fatwa Muhammadiyah.
Disertasi berjudul “Akuntansi Keberlanjutan Organisasi Muhammadiyah: Sebuah Pendekatan Religius” tersebut mengkaji secara mendalam praktik keberlanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dengan Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai lokus penelitian. Dalam kajiannya, aspek sosial ditempatkan sebagai pilar utama keberlanjutan yang dikaitkan dengan indikator Global Reporting Initiative (GRI), sekaligus dikoreksi melalui pendekatan normatif Islami.
Wahyuni menjelaskan bahwa praktik akuntansi keberlanjutan selama ini kerap dipahami secara teknokratis dan cenderung berorientasi pada kepentingan kapital. Melalui pendekatan religius, ia berupaya menghadirkan dimensi etik dan moral sebagai fondasi keberlanjutan organisasi, baik yang bersifat profit maupun nonprofit, agar lebih berpihak pada nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Dalam temuannya, Wahyuni menunjukkan bahwa Unismuh Makassar telah mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam berbagai praktik keberlanjutan, mulai dari tata kelola sumber daya manusia yang transparan dan adil, perlindungan hak asasi manusia, hingga pemberdayaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diperkuat oleh etos kerja Islami serta prinsip amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Meski demikian, penelitian ini juga menyoroti sejumlah keterbatasan, antara lain belum optimalnya kebijakan tertulis terkait beberapa indikator GRI serta tantangan dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia. Namun, disertasi ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan konsep akuntansi keberlanjutan yang lebih berkeadilan dan kontekstual.
Dengan menambahkan dimensi religius dan benefit dalam kerangka triple bottom line, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi organisasi pendidikan, sosial, maupun bisnis dalam merancang praktik keberlanjutan yang tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kemaslahatan dan nilai-nilai spiritual.
Tentang Wahyuni
Wahyuni, dosen Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar, lahir di Ujung Pandang, 20 Juli 1992. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kota Makassar sebelum melanjutkan studi sarjana di Universitas Muhammadiyah Makassar dan lulus pada 2014. Pendidikan magister diselesaikannya di Universitas Muslim Indonesia pada 2016.
Karier akademiknya berlanjut sebagai dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Makassar. Saat ini, Wahyuni memiliki pangkat Lektor dengan jabatan Penata Tingkat I. Dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi, ia aktif mengajar, melakukan penelitian, serta terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang akuntansi dan perpajakan.
Selain pendidikan formal, Wahyuni juga memperkuat kompetensinya melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi nonformal, antara lain kursus akuntansi dasar dan perpajakan, sertifikasi profesi Teknisi Perpajakan (Certified Tax Technician), serta kompetensi Brevet Pajak AB. Penguatan kapasitas tersebut menjadi fondasi dalam pengembangan riset dan pengajaran yang digelutinya.
Dalam bidang publikasi ilmiah, Wahyuni telah menghasilkan sejumlah artikel yang membahas isu-isu akuntansi, perpajakan, audit, dan tata kelola keuangan, baik di sektor publik maupun swasta. Karyanya mencakup topik kepatuhan wajib pajak, kecurangan laporan keuangan, kinerja keuangan perusahaan, hingga pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.
Melalui disertasi doktoralnya, Wahyuni memperluas kontribusi keilmuannya dengan menawarkan pendekatan akuntansi keberlanjutan berbasis nilai Islam dan perspektif Muhammadiyah. Gagasan tersebut menegaskan konsistensinya dalam mengaitkan praktik akuntansi dengan dimensi etika, sosial, dan nilai-nilai keislaman.

