UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Nasywa Nathania, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil menyelesaikan studi sarjananya dalam waktu kurang dari empat tahun. Tak hanya itu, ia menempuh jalur penyelesaian non-skripsi dengan mempublikasikan karya ilmiah bereputasi internasional.
Puncak pencapaiannya adalah ketika karyanya diterima dalam The APSPBI International Conference and Annual Business Meeting 2025, forum akademik bergengsi yang akan berlangsung di Bali. Pada konferensi itu, Nasywa akan hadir sebagai salah satu presenter, sejajar dengan akademisi, praktisi, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Karya ilmiah Nasywa berjudul “The Potential Development: Students’ Self Confidence In English Communication At The Empathy Stage Of The Design Thinking Method”. Riset tersebut lahir bukan semata dari ruang kuliah, melainkan dari pengalaman nyata saat ia mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Tana Toraja.
Di daerah wisata dunia itu, ia menemukan bahwa kepercayaan diri menjadi faktor penting bagi mahasiswa maupun masyarakat dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Dari situ lahirlah gagasan riset yang kemudian ia kembangkan bersama dosen pembimbing, Dr. Ummi Khaerati Syam, S.Pd., M.Pd. dan Ismail Sangkala, S.Pd., M.Pd.
“Pengalaman di Tana Toraja membuka mata saya tentang pentingnya keberanian berbahasa Inggris di ruang publik. Saya beruntung mendapat bimbingan intensif dari dosen-dosen saya yang mendorong saya berpikir kritis sekaligus berani menembus jalur publikasi internasional,” tutur Nasywa.
Ekosistem Akademik yang Mendukung
Keberhasilan ini disebut sebagai bukti kualitas akademik yang dibangun oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar. Dr. Ummi Khaerati Syam menegaskan, jalur penyelesaian studi melalui publikasi ilmiah menjadi salah satu terobosan untuk melahirkan lulusan berdaya saing global.
“Prestasi Nasywa adalah cerminan visi kami: tidak hanya melahirkan guru bahasa Inggris yang andal, tetapi juga peneliti muda dengan perspektif internasional,” ujarnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Ariana, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa capaian ini adalah hasil dari iklim akademik yang dirancang untuk mendorong mahasiswa berpikir inovatif. “Keberhasilan Nasywa bukan kebetulan, melainkan buah dari kerja keras mahasiswa, dosen pembimbing, serta kurikulum yang responsif terhadap tantangan global,” tegasnya.
Konferensi APSPBI tahun ini rencananya akan dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, perwakilan British Council, Direktur RELO U.S. Embassy, serta akademisi dari Uzbekistan, Amerika, dan Malaysia. Kehadiran Nasywa di forum itu menegaskan bahwa mahasiswa Unismuh memiliki kapasitas untuk bersaing dan berkontribusi di ranah internasional.