August 30, 2025
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

FISIP Unismuh dan ITB Ahmad Dahlan Dorong Advokasi Zakat untuk Korban Kekerasan Perempuan

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Upaya menghadirkan kebijakan publik yang berpihak pada perempuan dan anak kembali mendapat dorongan dari kalangan perguruan tinggi. Pusat Studi Islam Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) ITB Ahmad Dahlan Jakarta bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “12 Jam Kehidupan Perempuan; Advokasi Kebijakan Publik Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Hak-hak Kesehatan Reproduksi Perempuan.”

Acara berlangsung di Gedung FISIP Unismuh Makassar, Kamis (28/8/2025), dengan menghadirkan direktur rumah sakit Muhammadiyah di Makassar, jajaran pimpinan fakultas, serta puluhan dosen pengampu mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Dekan FISIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto, menilai kerja sama ini memiliki arti strategis bagi kampus dan organisasi Muhammadiyah secara lebih luas.
“Kegiatan ini penting dan strategis. Isu-isu yang dibawa PSIPP sejalan dengan agenda Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan. Terutama isu zakat, yang belum banyak disentuh dalam perspektif kebijakan publik,” ujarnya.

Menurut Luhur, FISIP Unismuh siap menjadi ruang terbuka untuk dialog kritis dan pengembangan gagasan. Ia menekankan bahwa isu advokasi kebijakan publik telah menjadi bagian dari kurikulum di jurusan yang ada di FISIP. “Kami menyambut hangat kolaborasi ini, dan berharap FISIP Unismuh dapat menjadi rumah yang inklusif serta berkomitmen melanjutkan kerja sama ke depan,” katanya.

Dari pihak PSIPP, Ketua Yulianti Muthmainnah, M.Sos, menegaskan bahwa lembaganya hadir untuk memperkuat advokasi terhadap isu-isu krusial perempuan. “PSIPP fokus pada penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemanfaatan zakat dan wakaf untuk menopang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga,” jelasnya.

Ia menggambarkan bagaimana dalam “12 jam kehidupan sehari-hari” perempuan, sesungguhnya tersimpan beban sosial yang berat. Karena itu, PSIPP memilih Makassar sebagai titik strategis untuk mengembangkan advokasi berbasis Islam, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Dari forum ini, kami berharap lahir policy brief yang konkret. Kami juga mendorong dukungan pihak swasta, misalnya Unilever, untuk membangun ruang laktasi maupun satgas perlindungan di kampus,” tambahnya.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dana CSR dari Unilever. Kolaborasi antara PSIPP ITB Ahmad Dahlan Jakarta dan FISIP Unismuh Makassar diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoA, melainkan berkembang menjadi program riset, advokasi, dan aksi nyata dalam memperjuangkan lahirnya kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.